Berlangganan via email

Seluruh tulisan, gambar, dan foto dalam blog ini di bawah lisensi: Lisensi Creative Commons
ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 3.0 Tanpa Adaptasi.

Thursday, 20 November 2008

Atja



Atja (Sumedang, 12 Mei 1929-Jakarta, 21 Apr 1991). Guru SMA, dosen, ahli bahasa dan naskah Sunda Kuna, ahli sejarah Sunda, Kepala Museum Jawa Barat yang pertama. Setelah tamat SMA Negeri Jakarta (1951), melanjutkan ke Fakultas Sastera UI sambil mengajar di SMA IPPI dan Taman Madya Taman Siswa Jakarta. Lulus Sarjana Muda Jurusan Bahasa dan Sastera Indonesia dengan menulis skripsi tentang Tambera karya UTUY T. SONTANI (1959) dan untuk Sarjana lengkap tentang naskah Nur Muhammad (1962).


Tahun 1962 bekerja sebagai Kepala Bagian Naskah pada Museum Pusat (kemudian Perpusnas) di Jakarta. Tahun 1967 pindah ke Bandung menjadi dosen FKSS IKIP Bandung untuk mata kuliah bahasa Sansakerta dan sosiologi, kemudian diangkat pula sebagai dosen di Jurusan Bahasa dan Sastera Sunda FS UNPAD (1983) dan diangkat sebagai Kepala Bidang Permuseuman dan Kepurbakalaan Kanwil Jawa Barat dan waktu Museum Jawa Barat Sri Baduga berdiri (1984), diangkat sebagai Kepalanya sampai pensiun.

Semasa dia menjadi Kepala Museum Sri Baduga itulah dia memperoleh naskah-naskah yang kemudian dikenal dengan sebutan Naskah (Pangeran) Wangsakerta yang menimbulkan kontroversi karena oleh beberapa ahli sejarah dan purbakala dianggap palsu tanpa terlebih dahulu melakukan penelitian terhadapnya. Aca dibantu oleh Saleh Danasasmita, Ayat Rohaedi dan Edi S. Ekajati tanpa menghiraukan cemooh dan kritik terus melakukan penelitian terhadap naskah-naskah tersebut.

Sebelum menemukan naskah Wangsakerta, Aca memusatkan perhatian kepada naskah-naskah yang ditulis dalam huruf Sunda Kuna yang telah membuat para ahli sebelumnya (a.l. Pleyte, Purbacaraka (Purbatjaraka, dll.) angkat tangan. Dengan ketekunannya Aca dapat memperbaiki bacaan dan menerjemahkan naskah-naskah Carita Parahiyangan, Siksa Kanda Ng Karesian, Ratu Pakuan, dll. Karyanya yang sudah dipublikasikan, meskipun secara sederhana, a.l. Syéh Abdul Muhyi, Wali nu Sumaré di Pamijahan (Bandung, 1967), Carita Parahiangan (Bandung, 1968), Carita Ratu Pakuan (Bandung, 1970), Kitab Waruga Jagat (Bandung, 1972), Carita Purwaka Caruban Nagari Jakarta, 1975), Sajarah Sumedang (bersama Didi Suryadi, Bandung, 1978), Amanat dari Galunggung (bersama Saleh Danasasmita, Bandung, 1981), Sanghyang Siksa Kanda ng Karesyan (Bandung, 1981), Nagarakretabhumi 1.5 (bersama Ayatrohaedi, Bandung, 1986), Pustaka Rajya Rajya I Bhumi Nusantara 1.1. (bersama Edi S. Ekajati. Bandung 1987). Dia pun menjadi anggota Tim Peneliti Naskah Sunda yang diketuai oleh Edi S. Ekajati (Bandung, 1988).

Referensi: Ajip Rosidi, dkk. Ensiklopedi Sunda: Alam, Manusia, Budaya (2000) Jakarta: Pustaka Jaya.
Foto dari dok Hawe Setiawan di http://sundanesecorner.org

0 comments:

Post a Comment

Daftar Artikel